Wednesday, September 29, 2004
wow.....secara ngga sadar ternyata hari ini bokap guwe ulang tahun ! gila sempet skip gini guwe bisa sampe lupa kalo bokap hari ini ultah ! well....ngga lupa juga sih cuman telat aja ngasih selametnya ! well dad ! happy birthday !!!!! my dad's now 61 ! wow...you're old ! well...hope the best for u dad...much luv from ur son !
ok now...i have a lil' review from deathrockstar.tk about mocca's brand new album that i just bought today!
Band yang terlalu pop untuk disebut swing dan terlalu swing untuk menjadi pop muncul lagi dengan album keduanya. Yang dengan pandainya mereka jadikan hal tersebut sebagai ciri khas mereka yang terus diperkuat.
Album ini lebih hidup dalam artian tidak lagi seperti album pertama yang seperti sedang membaca diary seorang gadis, sekarang kita seperti diceritakan langsung oleh sumbernya tentang kisah kisahnya. Ngerti bedanya?.
Jika dialbum pertama kita seperti membaca Blog di internet, maka album kedua ini seperti membaca e-mail dari Mocca. Udah Tau bedanya? Blum?
Susah juga menjelaskannya, tapi gue percaya aja kalo loe sebenarnya udah ngerti maksudnya.
Secara musikal album ini memiliki melody melody yang lebih dalam dibandingkan album pertamanya, walau tidak secatchy album pertama yang melahirkan hits seperti “secret admirer” atau “me and my boyfriends” . album ini akan melahirkan “i think i’m in love”, “friend”, “my only one” dan mungkin untuk mengukuhkan ciri Mocca, mereka akan bersiap dengan “swing it Bob” yang duet dengan Bob Tutupoly.
Di luar itu semua. Lagu lagu dialbum ini semuanya berpeluang menjadi single. Tinggal mereka memutuskan judul lagu mana yang paling cacthy dan mudah diingat. Karena secara melodi semuanya cacthy.
Setiap mendengarkan album ini, gue teringat dengan The Beatles berkolaborasi dengan Frank Sinatra atau hmmm Barry Manilow. Tapi nukan maksud saya menyama nyamakan mereka dengan legenda tersebut. Mungkin lebih baik jika dikatakan begini “ mereka memiliki referensi dari musisi musisi tersebut, untuk membentuk karakter Mocca sendiri (dan mungkin beberapa musisi lainnya)”
Dimulai dari “on the night like this” yang klasik. “ i think i’m in love” dengan melodi pembukanya menggunakan akordion, hampir sekuat lagu Lucy In the Sky with Diamond, (ngga bukan nyama nyamain, cuma buat perbandingan sedikit) mungkin berlebihan jika disamakan dengan The Beatles. Hanya saja gue yakin memang ada pengaruh John dkk disini. (maksud melodynya hampir sekuat lagu LSD itu bukan artinya mirip, hanya saja efek yang diberikannya hampir mirip)
“My Only One”, “Friend” yang memiliki seperempat kekuatan dari lagu “can’t smile without you” yang dinyanyikan Barry Manilow. Dengan upbeat yang danceable dan masih dengan gaya vokal khas Arina.
“Lucky Man” memiliki kekuatan pada lapis lapis vokal dengan gaya Canon. The Beatles memiliki lagu “here comes the sun” begitu juga Mocca memiliki Lucky Man.
Stand out lain adalah pada “I would never” sebuah duet dengan Karolina Komstedt Club 8. suasana yang diciptakan menjadi lebih pekat dan dalam setiap Vokal Karolina yang setengah berbisik cukup menggetarkan pikiran muncul, lagu ini memiliki efek menenangkan. Meyakinkan kita kalau mereka tidak akan meninggalkan kita sendirian.
Dan tentu saja tidak lupa dengan dua lagu duet bersama oom Bob Tutupoly “this conversation” dan “swing it Bob”. Barry Manilow Indonesia menambah suasana di album ini.
Suasana Jazzy yang cenderung galau dimunculkan di lagu “how wonderful life would be” dengan kekuatan utama pada alat musik tiup nya.
Mocca sudah cukup sukses membangun karakter mereka sendiri, terbukti dengan album ini. Terbantu banyak oleh gaya bernyanyi dan karakter vokal Arina, Brass section, dan tentu saja instrumen lainnya juga turut berperan.
Tinggal menetapkan diri untuk konsisten dan tetap jujur dalam bermusik. Bukan tidak mungkin mereka akan berada di pasar internasional, terutama Swedia dan Jepang. Dan sekelas dengan Club 8, 800 cheries, Acid House Kings dalam versi yang lebih ringan.
kalo menurut guwe sendiri....album barunya mocca ! mantabhhhhhhhhhh ! apalagi yg duet sama club 8 ! beeeegh ! trus skrng nuansa2 swingnya juga lebih kliatan daripada album yg pertama ! pokoknya sangat2 direkomendasikan buat di beli ! ayo ayo beliiiii....jgn beli bajakannya tapi ya! hahaah support ur local band !
quote ~sorry honey, my heart is not for you.. sorry baby, this love is not for you~ *mocca*
ok now...i have a lil' review from deathrockstar.tk about mocca's brand new album that i just bought today!
Band yang terlalu pop untuk disebut swing dan terlalu swing untuk menjadi pop muncul lagi dengan album keduanya. Yang dengan pandainya mereka jadikan hal tersebut sebagai ciri khas mereka yang terus diperkuat.
Album ini lebih hidup dalam artian tidak lagi seperti album pertama yang seperti sedang membaca diary seorang gadis, sekarang kita seperti diceritakan langsung oleh sumbernya tentang kisah kisahnya. Ngerti bedanya?.
Jika dialbum pertama kita seperti membaca Blog di internet, maka album kedua ini seperti membaca e-mail dari Mocca. Udah Tau bedanya? Blum?
Susah juga menjelaskannya, tapi gue percaya aja kalo loe sebenarnya udah ngerti maksudnya.
Secara musikal album ini memiliki melody melody yang lebih dalam dibandingkan album pertamanya, walau tidak secatchy album pertama yang melahirkan hits seperti “secret admirer” atau “me and my boyfriends” . album ini akan melahirkan “i think i’m in love”, “friend”, “my only one” dan mungkin untuk mengukuhkan ciri Mocca, mereka akan bersiap dengan “swing it Bob” yang duet dengan Bob Tutupoly.
Di luar itu semua. Lagu lagu dialbum ini semuanya berpeluang menjadi single. Tinggal mereka memutuskan judul lagu mana yang paling cacthy dan mudah diingat. Karena secara melodi semuanya cacthy.
Setiap mendengarkan album ini, gue teringat dengan The Beatles berkolaborasi dengan Frank Sinatra atau hmmm Barry Manilow. Tapi nukan maksud saya menyama nyamakan mereka dengan legenda tersebut. Mungkin lebih baik jika dikatakan begini “ mereka memiliki referensi dari musisi musisi tersebut, untuk membentuk karakter Mocca sendiri (dan mungkin beberapa musisi lainnya)”
Dimulai dari “on the night like this” yang klasik. “ i think i’m in love” dengan melodi pembukanya menggunakan akordion, hampir sekuat lagu Lucy In the Sky with Diamond, (ngga bukan nyama nyamain, cuma buat perbandingan sedikit) mungkin berlebihan jika disamakan dengan The Beatles. Hanya saja gue yakin memang ada pengaruh John dkk disini. (maksud melodynya hampir sekuat lagu LSD itu bukan artinya mirip, hanya saja efek yang diberikannya hampir mirip)
“My Only One”, “Friend” yang memiliki seperempat kekuatan dari lagu “can’t smile without you” yang dinyanyikan Barry Manilow. Dengan upbeat yang danceable dan masih dengan gaya vokal khas Arina.
“Lucky Man” memiliki kekuatan pada lapis lapis vokal dengan gaya Canon. The Beatles memiliki lagu “here comes the sun” begitu juga Mocca memiliki Lucky Man.
Stand out lain adalah pada “I would never” sebuah duet dengan Karolina Komstedt Club 8. suasana yang diciptakan menjadi lebih pekat dan dalam setiap Vokal Karolina yang setengah berbisik cukup menggetarkan pikiran muncul, lagu ini memiliki efek menenangkan. Meyakinkan kita kalau mereka tidak akan meninggalkan kita sendirian.
Dan tentu saja tidak lupa dengan dua lagu duet bersama oom Bob Tutupoly “this conversation” dan “swing it Bob”. Barry Manilow Indonesia menambah suasana di album ini.
Suasana Jazzy yang cenderung galau dimunculkan di lagu “how wonderful life would be” dengan kekuatan utama pada alat musik tiup nya.
Mocca sudah cukup sukses membangun karakter mereka sendiri, terbukti dengan album ini. Terbantu banyak oleh gaya bernyanyi dan karakter vokal Arina, Brass section, dan tentu saja instrumen lainnya juga turut berperan.
Tinggal menetapkan diri untuk konsisten dan tetap jujur dalam bermusik. Bukan tidak mungkin mereka akan berada di pasar internasional, terutama Swedia dan Jepang. Dan sekelas dengan Club 8, 800 cheries, Acid House Kings dalam versi yang lebih ringan.
kalo menurut guwe sendiri....album barunya mocca ! mantabhhhhhhhhhh ! apalagi yg duet sama club 8 ! beeeegh ! trus skrng nuansa2 swingnya juga lebih kliatan daripada album yg pertama ! pokoknya sangat2 direkomendasikan buat di beli ! ayo ayo beliiiii....jgn beli bajakannya tapi ya! hahaah support ur local band !
quote ~sorry honey, my heart is not for you.. sorry baby, this love is not for you~ *mocca*
Posted by Murte at 10:53 PM